Senin, 26 Oktober 2015

'kajian' pak sofyan djalil

di satu kesempatan...

saya medapatkan satu disposisi dari pimpinan untuk menghadiri satu acara di kementerian perencanaan/bappenas. 'disposisi' merupakan bahasa birokrat yang kurang lebih artinya adalah arahan, penugasan, instruksi, dan semacamnya. dari judul yang saya baca dalam surat undangan kegiatan tersebut, awalnya sih sebenarnya saya kurang tertarik untuk hadir, launching indeks pembangunan desa (ipd).

seluruh kementerian/lembaga diundang dalam acara itu. tapi engga tau apakah hadir semua atau tidak. atau minimal hanya menugaskan staf di bidang perencanaan seperti saya. alhamdulillah saya ditemani mas arief yang 'terpaksa' ikut hadir, demi menghindari rapat bersama anggota dewan. eeaa.. hahaha.

sambutan demi sambutan ala teknokratpun dimulai. dari kepala badan pusat statistik, perwakilan kemenkonya puan maharani, perwakilan kemendagri, dan perwakilan kementerian desa. yang paling saya apresiasi adalah sambutan dari menteri perencanaan pembangunan nasional/kepala bappenas, bapak sofyan djalil.

sambutan yang sekaligus melakukan launching buku indeks pembangunan desa 2014 itu, tidak bisa disebut sebentar. berbeda dengan pemberi sambutan sebelumnya yang menggunakan teks dan penuh bahasa birokratis, pak sofyan dengan santai memberikan sambutan tanpa teks. tak ada pengulangan kalimat "yang kami hormati bla bla bla...". hehe.. "yang kami hormati bla bla bla..." "yang kami hormati bla bla bla...". no!

setelah sekian banyak kalimat disampaikan, yang kadang membuat kami tersenyum..
"buku ini masih perlu banyak perbaikan tentunya. banyak yang harus ditambahkan. mungkin dari segi pengambilan datanya... bla bla bla..". beliau menyebutkan bahwa mengetahui satu desa yang menjadi objek penelitian. setelah beliau baca, keadaan di lapangan tidak seperti yang digambarkan dalam buku ipd dimaksud. sebagaimana dalam buku tebal di atas meja itu, disebutkan bahwa desa 'x' (saya lupa pak menteri menyebutkan salah satu desa di sumatera) tidak terdapat fasilitas kesehatan berupa rumah sakit dalam radius sekian kilometer. padahal menurut beliau, tiga kilometer dari batas desa, ada rumah sakit tni yang dapat dimanfaatkan oleh warga sipil juga.

nah masukan-masukan dan perbaikan seperti itu, nantinya akan memberikan nilai tambah dalam launching ipd-ipd periode berikutnya.

berbicara nilai tambah.. ini yang seru! saat beliau sedang melanjutkan studi di amerika, beliau berteman dengan seorang amerika yang menyewa salah satu apartemen. belaiu bercerita bahwa teman tesebut sering beliau mintakan pendapatnya untuk melakukan koreksi bahasa inggris atas paper yang beliau tulis. satu saat, teman tersebut akan pindah dari apartemennya. dia memperbaiki apartemen yang selama ini dia tempati. ada lampu yang mati, dia ganti. dinding di cat kembali. sampai-sampai, keset masuk toilet pun diganti dengan yang baru.

pak sofyan heran, mengapa dia melakukan ini semua, padahal apartemen tersebut akan akan dia kembalikan kepada pemiliknya, yang notabene tidak dia tempati lagi, tidak akan menerima manfaat atas apa yang dia lakukan. "jika saya tidak melakukan semua ini, maka tidak ada nilai tambah (value added) yang saya berikan..." ini yang menjadi cambuk pak sofyan dalam menjalani kehidupan sampai dengan saat ini.

beliau mengaku dibesarkan dalam kehidupan muslim. bahkan dalam kesempatan tersebut, beliau menyitir sebuah hadist Rasulullah saw: "barang siapa hari ini lebih baik dari hari kemarin, dialah tergolong orang yang beruntung. barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin dialah tergolong orang yang merugi. dan barang siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin dialah tergolong orang yang celaka."

hadist di atas mendorong kita untuk lebih baik setiap hari. menciptakan value added-value added agar tidak menjadi orang yang merugi, atau nauzubillah menjadi orang yang celaka. terkadang, hal-hal 'sekecil' ini kita musti diingatkan ya..

waaluhualam...





Tidak ada komentar:

Posting Komentar