Kamis, 29 Mei 2014

media yang independen

pemilu presiden dijadwalkan akan diselenggarakan pada tanggal 9 juli mendatang..

 http://img2.bisnis.com/bandung/posts/2014/05/21/509231/pilpres-2014.jpg



pertama kali tentunya saya harus bilang "asiiikkk, libur lagi..." haha, karena memang tanggal tersebut bertepatan dengan hari rabu. lumayan lah bisa istirahat. masih dalam rangka puasa ramadhan pula. hmm.. 

pemilu legislatif lalu juga bertepatan dengan hari rabu. sebenarnya ada apa dengan hari rabu? mengapa dipilih sebagai hari pemilu? menurut analisis saya hehe mungkin untuk mengurangi angka golput. coba, bila pemilu diselenggarakan pada hari jumat, sabtu, minggu, atau senin.. mmh, kayanya angka golput akan semakin meningkat. orang jakarta mungkin akan memanfaatkannya untuk liburan daripada harus nyoblos. long weeken braayyy..

saat ini telah ada dua pasangan capres dan cawapres yang telah mendaftarkan diri ke komisi pemilihan umum (kpu) untuk bertarung sebagai orang nomor satu di negeri ini. ada jokowi, sang gubernur dki jakarta yang dulu sering bilang "engga mikir..." saat ditanya mo nyapres atau engga-nya. beliau berpasangan dengan pak jusuf kalla. nah satu pasangan lagi adalah prabowo subianto, yang udah beberapa kali nyapres/nyawapres, yang saat ini berpasangan dengan besan presiden sby, hatta rajasa.

nah, berkenaan dengan hal itu, saya mulai jengah dengan beberapa media televisi di tanah air ini. satu stasiun televisi dapat menayangkan salah satu pasangan, dengan berita yang jor-joran berisikan sanjungan dan pujian. sementara calon yang lain dengan hanya sedikit pemberitaan, itupun berita yang minus pula. sementara di stasiun televisi yang lainnya, hal sebaliknya terjadi.

mungkin akan seperti ini seterusnya kalau para pimpinan partai terafiliasi dengan media. akan selalu mengadakan kampanye yang kurang mendidik bagi warga masyarakat. karena, berita 'picisan' setiap hari selalu dicekokin kepada para pemirsanya. jenuh, jengah, bosan dengan berita-berita yang itu-itu saja. sampai hafal, bila di stasiun televisi X pasti beritanya tentang capres si anu dengan pasangannya. sementara di stasiun televisi Y, pasti beritanya tentang capres lawan si anu tadi dengan pasangannya.

kira-kira, di negara lain akan seperti di negara kita ini ga yaaa hehe..

seharusnya, media terutama media yang gratis semacam televisi dan radio itu bisa netral dengan semua pasangan. berita yang cerdas dan berimbang yang kami butuhkan sebagai warga negeri ini. bukan berita yang saling menjelekkan antarpasangan nan murahan seperti yang saat ini kami telan dengan pahit setiap harinya. sampai kapan ya hal ini akan terjadi?

akhirnya, saya lebih memilih leptop si unyil sebagai pilihan. dua stasiun televisi berita yang ada saat ini, harusnya memberitakan hal yang layak, independen dan dibutuhkan oleh masyarakat, telah dikebiri oleh pemiliknya yang sarat akan kepentingan politik, sehingga berita tendensius yang menyebar. 


selain itu, acara masak memasak hahaha juga menjadi pilihan. palingan afc atau tlc yang sering jadi tontonan. liat mas donal skehan masak dengan kitchen hero-nya, atau mba bal arneson dengan spice goddes-nya, dan chef-chef yang lain yang sangat menginspirasi hehe...

daaan akhirnya, pergi ke laut 'dunia perpolitikan'..



gambar dari : bandung.bisnis.com dan beberapa sumber lainnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar