Rabu, 06 Mei 2015

i call him: danish

senin pagi, 13 april, di saat kami makan sahur...


hape istri ada bunyi sms. ketika dibuka.. "teh, perut ayu sakit banget. sepertinya mau lahiran". bimbang, antara melanjutkan makan sahur atau kah langsut cabut ke bekasi di pagi buta itu.

akhirnya kami meninggalkan sepiring nasi goreng yang dimakan berdua itu.. dan segera berkemas. sudah mempersiapkan satu buah tas dari beberapa minggu yang lalu, yang isinya baju-baju bayi dan berbagai keperluan untuk persalinan. setelah ganti baju dan sekedar cuci muka, saya mempersiapkan kendaraan.

"mo kemana pagi-pagi??" tanya mbah tri, rewang tetangga baik di belakang rumah yang ternyata mengetahui aktivitas kami subuh itu. dengan perlahan mobil mundur sampai di jalan raya, dan laju ke arah bekasi. jalanan pagi itu sangat bersahabat, sehingga dalam waktu kurang dari setengah jam udah sampai di depan gang rumah si ayu.

setelah ketemu, langsung cabut ke klinik 24 jam dekat rumah, tempat dimana kami sering bawa si ayu untuk cek kondisi kehamilan. di klinik, dilakukan pemeriksaan sebentar, dan dapat informasi bahwa telah ada pembukaan delapan. waduh.. bentar lagi dong. segera kami diarahkan ke ruang persalinan. nuggu di luar ruangan, saya dan istri berdoa semoga persalinan berlangsung lancar dan normal.

tepat pukul 5.55 di pagi hari, terdengar tangisan bayi dari kamar persalinan. "itu?? alhamdulillah." kami saling berpandangan, lega rasanya. dan beberapa saat setelah dibersihkan dan di bedong, kami berdua diminta masuk ke ruang persalinan. "belum di azanin pak.." kata suster. dengan sigap, saya melantunkan azan di telinga kanan, dan iqomah di telinga kiri. walaupun mungkin tidak ada tuntunannya, tapi kata seorang ustadz daripada kata yang didengar pertama kali adalah kata yang tidak baik, tidak ada salahnya untuk diazanin.

luar biasanya adalah.. sebelum diazanin si dede nangis kenceng. pas saya azanin langsung diam dan matanya melirik ke arah kanan. rontok perasaan saya saat itu.

ya Robb, ini kah seorang bayi laki-laki buat kami.. walau tidak keluar dari rahim istri saya, tapi saya ihlas menerimanya. inshaAlloh saya akan merawatnya dengan baik sampai kelak dia dewasa.

danish.. 
kami memanggilnya danish.
danisharsenio mulia akbar..
semoga menjadi lelaki yang pandai dan bijak (danish), yang gagah berani (arsenio), mulia di dunia dan akhirat, serta tumbuh besar menjadi orang yang berguna.

inshaAlloh... amin.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar