Minggu, 10 Januari 2016

berbagi



Di Amerika, pengusulan anggaran lebih mementingkan pada pendekatan dialog”, 
 cerita bang Maru di tengah acara bagi ‘oleh-oleh’ dari Atlanta. 

“…. bahkan sampai dengan masalah ular melintas di jalan pun, di singapura diatur, apakah itu merupakan kewenangan dari Kementerian Lingkungan Hidup atau Kementerian Perhubungan”,  
ulas mas Azzam dan mas Faesal dalam kegiatan bagi ‘oleh-oleh’ dari Singapura.

Ajang berbagi ‘oleh-oleh’ seperti di atas merupakan salah satu kegiatan yang sangat saya suka. Eits.. Mengapa saya menyebutnya oleh-oleh? Karena sebagai budaya di negara kita, setiap kita melaksanakan perjalanan, yang diminta pertama kali adalah oleh-olehnya. Haha… Tak apa sih, karena oleh-oleh tidak harus berupa materi, namun oleh-oleh dalam bentuk bukan materi jauh lebih berkesan dan bermanfaat, yaitu oleh-oleh pengetahuan dan pengalaman (sharing knowledge). 

Jika dilaksanakan secara berkesinambungan, kegiatan sharing knowledge dimaksud tentunya sangat bermanfaat, baik bagi pemberi sharing maupun penerima sharing. Selama ini, banyak di antara rekan kerja kita di Bagian Perencanaan yang melakukan short course, study visit, atau mungkin mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) di BPPK. Penggalan-penggalan kalimat dalam acara sharing knowledge atas hanya beberapa saja. Selama saya bergabung di bagian ini, telah banyak kegiatan short course, study visit, atau diklat yang diikuti oleh segenap pegawai, baik di dalam maupun di luar negeri. 

Bekerja sebagai seorang perencana, wajib hukumnya memiliki pengetahuan yang luas. Karena sedikit atau banyak pengetahuan yang dimiliki, akan bermanfaat dalam melaksanakan pekerjaan sehari-hari. Bukan hanya pengetahuan di bidang keuangan saja, seperti dalam hal merencakan, menganggarkan, melaksanakan, dan mempertanggungjawabkannya, namun jauh lebih luas daripada itu. 

Dari sisi pemberi sharing, kegiatan sharing knowledge akan memantapkan pengetahuan dan pengalaman yang telah didapatkannya. Dengan kata lain, kegiatan ini merupakan media untuk mengulang kembali apa-apa yang telah diterima dalam short course, study visit, atau diklat yang diikuti, dan membaginya dengan pegawai yang lain. Tidak ada ruginya loh berbagi pengetahuan dan pengalaman. Karena pada dasarnya, berbagi pengetahuan dan pengalaman tidak sama dengan berbagi uang. Bila kita berbagi uang, maka semakin kita membaginya ke banyak orang, maka akan semakin habis uang kita. Namun bila berbagi pengetahuan dan pengalaman, yang kita bagi tersebut semakin meresap dalam jiwa, dan akan semakin banyak yang mengetahuinya. #tsaaahh.. 

Satu lagi, dengan membudayakan sharing knowledge, juga merupakan salah satu sarana pembelajaran bagi pemberi sharing. Pegawai yang telah mendapatkan penugasan untuk melaksanakan short course, study visit, atau diklat, akan balajar untuk mempresentasikan apa-apa yang telah didapatkannya selama kegiatan. Bagaimanapun, presentasi yang baik dan menarik bagi audience, memerlukan teknik dan latihan berkelanjutan. 

Dari sisi penerima sharing, kegiatan dimaksud tentunya akan menambah pengetahuan dan sedikit banyak akan dapat merasakan pengalaman baru yang sama dengan pemberi sharing. Ini adalah hal yang baik. Oleh karena itu, yuks budayakan berbagi atas apa yang telah kita dapat dari short course, study visit, atau diklat yang telah kita ikuti, karena akan sangat banyak manfaatnya bagi semua.



 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar