Selasa, 22 September 2015

banyuwangi: menikmati blue fire (3)

pernah dengar kata "blue fire" sebelumnya?


saya baru mendengarnya ketika berada di banyuwangi. haha, kemana saja saya selama ini. eits, kalau kawah ijen, udah lama sih dengernya. blue fire merupakan salah satu fenomena alam yang muncul dari dalam perut gunung ijen. 

menurut rizkirahmatia, fenomena blue fire muncul akibat dari panasnya belerang yang muncul di permukaan bumi. di indonesia sendiri blue fire hanya terjadi di kawah ijen. bagaimana dengan belahan dunia yang lain? menurutnya, indonesia mestinya berbangga karena selain di kawah ijen, wisatawan hanya dapat melihat fenomena seperti ini di islandia. jadi, hanya ada dua tempat ini yang menawarkan indahnya fenomena blue fire. indonesia dan islandia saja. subhanalloh.. thanks infonya yoy..


untuk menikmati fenomena ini, kami memanfaatkan tawaran paket dari hotel, dimana mereka bekerja sama dengan penyelenggara wisata di banyuwangi. harga paket perjalanan Rp750.000,- dengan fasilitas mobil 4x4 berkapasitas maksimal lima orang dan sebuah masker untuk perorangnya. sebenarnya untuk mobil dapat dimaksimalin sampai dengan tujuh orang kok. cuman engga tau kenapa mereka membatasinya hanya lima orang. 


dari hotel kami berangkat pukul 00.30 wib. malam dan masih ngantuk tentunya hehe.. naik mobil 4x4 dengan tidak ber-ac pun sudah membuat kami begidik. jaket pinjaman jadilah, daripada kedinginan. temen-temen ada yang hanya pakai kaos dan celana pendek saja. dengan bersendal, kita kemon. maklum, ga ada persiapan sebelumnya. 


menuju pemberhentian di gunung ijen memerlukan waktu perjalanan kurang lebih 45 menit. dengan medan yang naik turun ditambah kelokan tajam.. hiii ngeri. namun demikian, akses menuju lokasi pemberhentian udah cukup bagus. jalan sudah beraspal halus. oleh karena itu saat ini, untuk menuju lokasi tersebut sebenarnya sudah tidak lagi dibatasi dengan kendaraan for wild drive. terbukti banyak kendaraan non 4x4 yang dapat mencapainya. ada mobil sejuta umat, avanza, terlihat juga innova dan luxio. 

setelah sampai di lokasi pemberhentian kendaraan, kami membeli tiket masuk. Rp5.000 per orangnya. harga ini akan berbeda untuk turis mancanegara. tak lupa kami membeli kupluk untuk sekedar menjaga kepala dan daerah telinga tetap hangat. sebenarnya yang perlu dibeli lagi selain kupluk adalah kaus tangan. badan hanya pakai kaos, asal pakai kaus tangan, inshaAlloh akan tetap terjaga dari terpaan hawa dingin. 

pendakian pun dimulai. di antara kami bersepuluh, ada dua ibu-ibu yang ikut serta, kak nita dan bunda fitri. untuk kak nita, sementara aman dalam pendakian. sedang bunda fitri, nampaknya perlu pemanasan dan latihan nafas dulu nih. habisnya setiap sepuluh meter selalu ngajak istirahat hehe. keburu ilang bund, blue fire-nya.

banyak bule yang juga mendaki saat itu. ada bule barat (lho), ada juga turis pang-pong-pang-pong alias thailand. terlihat juga wajah korea ato jepang. susah membedakan orang-orang dari dua negara itu, bagi saya. hehe. mendaki dan terus mendaki, di kemiringan 45 derajat. kelok sana kelok sini di jalanan penuh debu tebal. kalau tidak hati-hati bisa terperosok jatuh berdarah-darah #lebay. engga juga sih, soalnya kanan kiri jurang yang curam.



perjalanan yang seharusnya dapat ditempuh dalam waktu satu jam, kami tempuh lebih dari itu karena seringnya istirahat. sampai puncak kawah udah menjelang shubuh. dari atas, hanya nampak cahaya biru kecil di bawah sana, yang terkadang tertutup oleh asap yang keluar menyertainya. bahkan kamera keren miphone saya pun, tak mampu menangkapnya. harus turun untuk lebih bisa menikmati cahaya biru seperti digambar-gambar hasil pencarian di gugel.


dari kami bersepuluh, hanya enam orang yang memutuskan untuk turun, mendekat ke sumber blue fire. ada mas arief, mas piyan, mas wid, dan si kembar frans n arief. sementara pak yanto, triashriki, mba bunda, dan kak nita memutuskan untuk jalan balik. kepalang tanggung, sayang kalau harus turun ke pemberhentian mobil lagi. 

rada kecewa sih, kirain dapat dengan mata telanjang melihat keindahan si api biru. mungkin bila menggunakan lensa tele, akan dapat dengan jelas melihatnya. sayang, diantara kami engga ada yang memilikinya. 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar