Senin, 12 Agustus 2013

dan ramadhan-pun telah lewat (lagi)

pernah menuliskan twit dalam akun twitter saya, beberapa hari menjelang berakhirnya ramadhan 1434 hijriah. twit itu mmm.. bisa juga sebagai gambaran tentang perasaan saya yang gundah gulana (hehe..) karena akan ditinggal oleh bulan yang penuh dengan 'bonus' berlimpah dari Sang Rajadiraja.

bonus gimana?? nilai ibadah kita akan dilipatgandakan di bulan itu, dari pada bulan-bulan yang lain. sholat sunnah kita, tilawah kita, sedekah kita, dan semua amalan-amalan yang mendapatkan pahala akan dilipatgandakan. banjir bonus..

tepatnya suatu sore di tanggal 3 agustus, saat sedang berniat itikaf di masjid baitut taqwa, komplek perkantoran direktorat jenderal bea dan cukai, bypass - rawamangun..

"Inget doa ramadhan tahun lalu? Pengen ditemukan dgn ramadhan tahun ini bukan? So klu uda ketemu, uda dimaksimalin? #renunganpribadi"

"Sangat cepat, beberapa saat lagi ramadhan akan pergi.. masih ada waktu, insya Alloh.. #renunganpribadi"

saya tergelitik memang saat itu, menyadari bahwa ramadhan tinggal beberapa hari lagi. padahal apa yang saya lakukan untuk mengisinya sepertinya jauh dari kata maksimal. dan yang sangat mengganjal dalam benak saya, setiap berakhirnya ramadhan tahun-tahun sebelumnya, saya selalu berdoa dan sangat berharap agar dapat dipertemukan dengan ramadhan tahun berikutnya. dan setelah Dia mengabulkan apa yang saya pinta itu?? ya Robb, ampuni hamba.

kadang kita pengen yang macam-macam, berdoa minta ini dan itu. udah gitu, merasa tidak dikabulkan sehingga putus asa. cobalah berfikir kembali, hal besar semacam ini walau sering tidak kita sadari, merupakan anugerah tersendiri yang diberikan bagi kita. kita diberikan umur panjang, diberikan kesempatan untuk bertemu dengan bulan ramadhan, bulan yang sering diniatkan untuk memperbanyak ibadah untuk tabungan di akhirat nanti.. alhamdulillah.. syukurilah.

dan, saat saya mengetikkan tulisan ini, idul fitri pun telah lewat beberapa hari. apa yang bisa kita lakukan?

saya pernah mendapatkan sebuah kajian di masjid al-amin pada tanggal 17 oktober tahun lalu. momennya sama, kajian tersebut setelah bulan ramadhan berakhir. bagaimana agar ramadhan selalu di hati kita? 

istiqomah
satu kata yang sangat pas tentunya, bagaimana agar kita tetap berbuat dan beribadah sebagaimana saat bulan ramadhan masih bersama kita. masih setia dengan menghidupkan malam dengan qiyamullail, memperbanyak membaca al-qur'an, masih setia dengan infaq dan sedekah harian... dan semacamnya. semua agar ramadhan tetap membekas dalam hati kita.. walau ramadhan telah berlalu, namun serasa masih selalu bersama kita dengan istiqomahnya kita menjaga perbuatan dan amalan ramadhan.

berbagi rizki
yaa.. bayangkan, saat ramadhan kita semangat dalam berbagi rizki dengan orang lain. karena selama ramadhan kita telah diberikan pelajaran untuk merasakan apa yang dirasakan oleh saudara kita yang kurang beruntung. maka dari itu, semangat berbagi rizki dengan orang lain yang membutuhkan hendaknyalah tetap dilestarikan agar ramadhan selalu di dalam hati kita. selain itu juga, berbagi dengan memberikan ta'jil (makanan berbuka puasa) dengan orang lain pahalanya sangat besar bukan?

sekuat tenaga melawan hawa nafsu
ingatlah kita akan hadits ini "Jika telah datang bulan Ramadhan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, & setan-setan dibelenggu” [Muttafaqun ‘alaih]. 
dan saya baru menyadari bahwa hakikatnya pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup adalah Alloh menjadikan kita untuk dimudahkan dalam melakukan amal kebaikan. buktinya? saat ramadhan masjid penuh dengan jama'ah, terlebih saat sholat yang lima ditegakkan. semangat dalam mempelajari al-qur'an. banyak bersedekah.. dan seterusnya.
dan hakikat setan-setan dibelenggu adalah kita selalu dijaga dalam hal terbesit niat untuk melakukan perbuatan dosa. akan menggunjing orang, ingin marah, dan seterusnya, kita diingatkan "maaf saya sedang puasa!". hal semacam ini lah yang perlu kita jaga agar ramadhan tetap di hati kita.

semangat dalam menuntut ilmu
memanglah... ilmu harus kita cari selama hayat masih dalam kandung badan. tanpanya, bisa saja apa yang kita telah lakukan tidak bernilai ibadah. hadits nabi "Tidurnya orang yang berilmu lebih baik daripada ibadahnya orang yang bodoh." hehe.. istirahatnya orang berilmu, dia berniat agar dengan istirahat tersebut dapat maksimal dalam menjalankan ibadah atau amalan berikutnya. sedang ibadahnya orang bodoh, mmm... mungkin dia lupa berniat? yaa segala amalan kita bergantung dari niatnya. mungkin tatacaranya tidak seperti yang dicontohkan oleh Rasululloh?? so.. tetep semangat dalam mencari ilmu.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar