Jumat, 19 Juli 2013

pengalaman umroh 2013 : gaya orang arab menyediakan buka

bulan ramadhan sepertinya sangat ditunggu oleh sebagian besar warga arab saudi. selain karena bulan yang penuh berkah dan ampunan, juga sepertinya mereka sangat paham dengan hadits Rosululloh saw :

Barangsiapa yang memberi makanan berbuka bagi orang yang berpuasa, maka baginya pahala yang semisal orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut sedikit pun.” Hadits riwayat At Tirmidzi, beliau berkata, “hadits hasan shahih”

inilah yang saya lihat saat masih di madinah, terlebih lagi ketika ramadhan di makkah. di madinah ketika hari senin atau kamis, banyak yang menyediakan makanan berbuka bagi yang menjalankan puasa sunnah senin dan kamis. sempat kaget saat masih dzikir selepas sholat ashar ada anak kecil yang menabrak duduk saya, di masjid nabawi. dengan membawa gulungan plastik panjang, yang dibentangkan di atas sajadah di salah satu sudut masjid.
dan ketika magrib tiba, saya balik ke masjid.. oowh, ini to maksudnya hehe..

di masjidil haram, akan lebih sangat terasa lagi, karena momennya sangat tepat. iya, ramadhan di makkah.

dari hari pertama ramadhan pun sudah mulai tampak, betapa warga lokal sangat bersemangat untuk dapat memberikan makanan berbuka kepada jamaah masjidil haram yang datang dari berbagai negara di dunia.

sempat terjadi ‘cek-cok’ antarmereka, berebut untuk dapat memberikan makanan berbuka. subhanalloh, namun percek-cokan mereka engga sampai berantem beneran, apalagi sampai mengacungkan senjata tajam #eeaa. engga, semua engga terjadi. yang terjadi hanyalah berlomba mencari pahala orang yang puasa, tanpa ‘mencuri’ pahala orang yang puasa tersebut.

yang unik adalah, sesiapa yang telah membentangkan gulungan plastik di atas sajadah, maka dialah yang berhak untuk memberikan makanan dan minuman berbuka..


bermula dari lembaran plastik ini..


lalu berisilah beberapa butir korma..


dan bisa sepenuh ini, dengan berbagai macam minuman.. ada air zamzam, gahwa, air susu onta klu ga salah. dan foto ini diambil sebelum ditambahin ama roti dan minuman kemasan.. hehe

yang sangat berkesan adalah ketika saya dan istri menyelesaikan umroh ramadhan. dengan menahan rasa dahaga yang amat sangat dan rasa lelah yang mulai menyerang.. selesai tahallul kami beristirahat di tempat sa’i. di hadapan kami sudah ada seorang bapak yang mengerahkan sejumlah keluarganya, dengan amunisi korma dan bertermos-termos minuman. mulai dari gahwa sampai teh yang ditambahkan daun mint.

ingat gahwa ingat ama orang somalia yang pernah saya ceritakan sebelumnya. suatu senin saya berdampingan ama jama’ah negro somalia tersebut. setelah disajikan korma dan air zamzam di hadapan, diberikanlah air panas berwarna kuning kehijauan. aromanya… sejenak hampir sama kayak jahe. pas diicip.. hmm, tawar.

“apa ini” saya bertanya seraya menunjuk minuman unik itu..
“ghawa..” ujarnya ga jelas..

ternyata, maksudnya adalah gahwa. mungkin dengan logat asli somalia, sehingga saya mendengarnya ‘ghawa’. hehe.. kata ustad, gahwa adalah semacam kopi arab, yang ditambahkan dengan beberapa rempah-rempah, sehingga menghasilkan aroma yaaang..

“maaf saya engga bisa meminumnya.. “ hehe, itulah kesan pertama saat saya minum gahwa.

kembali ke bapak yang mengerahkan keluarganya.. saat itu sedang haus-hausnya, sampai saya berujar ke istri “kalau ada gahwa seember pun akan aku minum…” mmm, suer?? karena ternyata, sebenarnya enak juga ko. mungkin saat pertama saya minum masih dalam kondisi panas banget. sedang saat saya minum yang kedua kali, kondisinya udah hangat. dan saat saya dan istri mengharapkan gahwa dari bapak-bapak tadi… rupanya bukan hari keberuntungan kami, gahwa dibawa oleh para kerabatnya ke tempat yang lain. Tapi alhamdulillahnya, kami masih dapat teh yang ditambahkan dengan remasan daun mint. sedaaapp..


dengan bersahaja, bapak itu menerima sampah gelas dan bungkusan korma. bukan hanya sampah dari makanan yang beliau bagikan, namun semua sampah yang dibawa jama'ah yang kebetulan lewat. barokalloh ya pak..






Tidak ada komentar:

Posting Komentar