Jumat, 19 Juli 2013

pengalaman umroh 2013 : ramadhan di makkah

 segala puji hanya bagi Alloh.. sungguh kalau bukan karena kasih sayang-Nya, saya tidak akan merasakan apa yang menjadi pengalaman saya ini di tanah suci. beribadah di masjid nabawi, dan beribadah di masjidil haram. dan yang lebih istimewanya lagi, ramadhan di tanah haram..

sangat berbeda tentunya ramadhan di jakarta dengan ramadhan di sana. dari suasana, rasa hati, orang-orang di sekitar kita.. hmm, semuanya berbeda.

ada beberapa sms dan wa dari beberapa teman dan saudara di tanah air, yang menanyakan, kapankan awal ramadhan di arab saudi. tentu saya jawab belum tau. kata ustad, bila awal ramadhan tiba, maka akan terdengar dentuman meriam selepas sholat magrib. bila meriam hari ini didetumkan, maka nanti malam sehabis isya udah bisa sholat tarawih.

saat di indonesia diadakan sidang isbat dan ditentukan awal ramadhan jatuh pada tanggal 10 juli, di arab saudi belum terdengar dentuman meriam. sehingga sampai bada isya saya tunggu tidak ada sholat tarawih juga, baru saya khabarkan ke beberapa teman/saudara yang menanyakan tadi. jam 10 di arab saudi sama dengan jam 1 dini hari di indonesia. maafkan saya kawan ganggu tidurmu hehe.. habisnya takut kalian pada sahur paginya.



ternyata awal ramadhan di indonesia  dan di arab saudi sama, yakni jatuh pada tanggal 10 juli. dentuman meriampun terdengar menggelegar selepas sholat maghrib. dan dari puncak menara zamzam, menyala sinar laser yang membuat takjub ratusan ribu bahkan jutaan mata.

puasa di arab saudi lebih lama waktunya daripada di indonesia. shubuh kami saat itu sekitar pukul 4.26 am, sedang magrib baru pukul 7.08 pm. wow.. tapi tak ada rasa lapar yang berarti. mungkin rasa haus iya, karena memang cuaca yang sedang panas sangat menyengat. ditambah lagi dengan aktivitas yang ekstra mungkin untuk tilawah, atau sekedar jalan dari hotel menuju masjid, sudah menguras cairan dalam tubuh.

saat shaum, rasanya pengen banget minum sebanyak-banyaknya.. tapi pas udah adzan magrib, ya memang minum sebisanya aja. pengen banget es krim di dekat hotel.. pas beli seharga tiga real atau setara dengan Rp10.000,- ya sama kayak eskrim biasanya hehe.. nafsu emang lagi diuji.

bila di masjid, banyak yang itikaf di sana. baik siang maupun malam. saya belum pernah itikaf malam, karena memang jaga kondisi badan. disamping itu memang istirahat malam paling maksimal 2,5 s.d 3 jam saja. kalau siang paling mengawalkan aja datang ke masjid sebelum zuhur, atau tidak pulang dari ashar sampai bada maghrib.

itikaf siang, yaa banyak yang tiduran juga siy hehe. mungkin mereka malamnya full buat qiyamullail. subhanalloh..





Tidak ada komentar:

Posting Komentar