Senin, 15 Juli 2013

pengalaman umroh 2013 : hari H

setelah ditunggu, akhirnya hari ahad tanggal 7 juli 2013 menjelang ashar, kami berangkat ke makkah.

kadang saat makan siang bersama beberapa jama’ah dari biro lain di restoran hotel yang sama, dan mereka sudah menggunakan baju ihrom… ga sabar rasa hati untuk segera menunaikan ibadah umroh. melihat muka-muka yang bahagia, sebentar lagi jadi tamu Alloh di tanah al-haram, makkatul mukarromah.

dan hari itu, jam 9.00 bagasi udah siap di depan kamar masing-masing. untuk selanjutnya diambil oleh roomboy hotel, dibawa ke loby. sebelum dzuhur udah mandi ihrom. sholat zuhur udah mengenakan baju ihrom.. ya Robb.. damai banget rasanya. selepas dzuhur, makan siang dengan mengenakan baju ihrom. sudah seperti jama’ah yang hari-hari sebelumnya saya lihat. dan sekarang giliran saya yang ditanya, “udah mo ke makkah ya mas?” yoi kakaaa..


saat keberangkatan pada 3 juli lalu, beberapa rombongan jama’ah umroh dari biro yang lain, telah mengenakan baju ihrom saat di atas pesawat. mereka berganti baju ihrom ketika diumumkan oleh purser penerbangan bahwa saat itu pesawat akan melewati daerah yalamlam yang merupakan salah satu miqot untuk melaksanakan ibadah umroh.

kami dari pt.kaltrabu melaksanakan ibadah umroh dengan mengambil miqot di bir ali, beberapa km dari madinah. dari miqot kami mengucapkan niat untuk berumroh, dengan menggunakan baju ihrom. sebagaimana kita ketahui, ibadah umroh terdapat syarat , wajib, dan rukunnya yang harus dipenuhi.

diantara syarat ibadah umroh adalah : Islam, baligh, merdeka, dan mengetahui perbuatan umroh. sementara wajib umroh adalah : mengenakan pakaian ihrom, dan menjauhi semua yang diharamkan setelah mengenakannya. sedangkan rukun ibadah umroh adalah : niat/ihrom, tawaf, sa’i, tahallul, tertib.


di bir ali, terdapat sebuah masjid yang banyak digunakan oleh beberapa jama’ah dari berbagai negara untuk mengambil miqot umrohnya. suasana panasnya.. subhanalloh, membakar kulit.

dan setelah niat dilafadzkan.. kami dibimbing untuk memperbanyak membaca kalimat talbiyah:

labbaikallohumma labbaik.. labbaikalaa syariikalak kalabbaik.. innal hamda wanni’mata laka wal mulk, laa syariikalak…” merinding..


kembali, sebelah kanan dan kiri hanya terlihat hamparan pasir, dan gunung batu. melewati pula beberapa tempat pembuangan mobil bekas, dan sedikit terlihat peternakan onta. sampai rasa lelah dan letih menidurkan saya…

zZZzz… zZzzzZZZzzzz…

dan terbangun lagi ketika hendak menunaikan sholat magrib yang dijamak ta’dhim plus qoshor dengan isya, di sebuah rest area. lagi, toilet sangat jorok, sehingga rasa kebelet musti ditahan sampai di hotel makkah. suasana masih sama, ‘terlalu hangat’ untuk ukuran sore hari yang pernah saya rasakan. bersamaan menunaikan sholat dengan kami, beberapa jama’ah umroh dari negara arab yang lain. belum ada yang gundul, berarti tujuan kami sama hehe..

setelah sholat maghrib dan isya selesai ditunaikan, kami melanjutkan perjalanan.. sesaat setelah duduk, dan bus pun melaju. kembali tak bisa menahan rasa kantuk yang ada..

zZZzz… zZzzzZZZzzzz…

dan dibangunkan oleh ustad ketika akan melewati batas tanah haram.. subhanalloh, makin emejing dengan semuanya. rasa tak percaya makin terasa. cubit pipi.. benar adanya. aku telah di tanah haram.


dari kejauhan.. tampak bangunan zamzam tower, di samping masjidil haram. jadi kesanalah kami  akan melaju. makin mendekati lokasi tujuan, menemukan beberapa titik kemacetan.
dan ketika melihat menara-menara masjidil haram.. semakin hati berasa tak karuan.. telah terbayang di dalamnya terdapat ka’bah, kiblat yang selama ini kita menhadap ketika sholat. ingin segera masuk ke dalamnya. beribadah sepuasnya..
  

sampai hotel dibagi kunci oleh panitia, masuk kamar, wudhu kembali, dan balik ke loby untuk melaksanakan thawaf bersama-sama. jalanlah kami dari hotel ke masjid yang jaraknya kurang lebih 500m. suasana lebih gerah dan berkeringat di makkah, kalau di madinah sangat panas, namun keringat langsung menguap.

melewati halaman masjid.. pengen segera lari masuk… dan waahh.. di depan mataku sudah terlihat bangunan berbentuk kubus berwana hitam. yaa.. ka’bah yang telah ada sejak jaman nabi ibrahim as.


pelaksanaan thawaf kami sekitar pukul 12 malam. namun begitu masih ramai juga. thawaf merupakan salah satu rukun umroh, dimaka aktivitasnya adalah mengelilingi ka’bah sebanyak tujuh putaran. putaran dimulai dari hajar aswad atau yang segaris dengan itu, dan diakhiri pula di sana. membayangkan.. dulu rasululloh pernah ditempat ini, melakukan hal yang sama, membaca kalimat yang sama.. serasa thawaf bersama beliau saw. dan.. airmata pun tak terbendung..

setelah thawaf selesai, disunnahkan untuk sholat sunnah dua rokaat di belakang maqam ibrahim, atau dimanapun bila tidak memungkinkan. dan setelah itu meminum air zamzam sepuasnya.

setelah meminum air zamzam yang dingin dan segar… kami melanjutkan untuk melaksanakan rukun umroh selanjutnya, yaitu sa’i. rukun ini dilaksanakan masih diarea masjid, yakni jalan dari bukit shafa menuju bukit marwah tujuh kali. arah shawa-marwah dihitung satu, dan arah sebaliknya dihitung satu juga. jadi, arah shafa-marwah-shafa sudah dihitung dua kali.

atas rahman dan rahimnya alloh swt, rasa lelah yang amat sangat yang saya rasakan saat di bus tadi, hilang entah kemana. yang ada hanyalah semangat dalam mengerjakan satu persatu rukun ibadah umroh.

dan selesain sa’i, kami lanjutkan dengan rukun yang terakhir, yaitu tahallul. tahallul adalah rukum umroh dengan aktivitas memotong sedikitnya tiga helai rambut kepala. dan setelah tahallul selesai, maka selesailah umroh kami saat itu. segala larangan selama ihram telah halal.

alhamdulillah… lega banget rasanya.

kami pun balik ke hotel, persiapan untuk sholat shubuh sebentar lagi..







Tidak ada komentar:

Posting Komentar